Mencoba Berinvestasi Saham, Mengikuti
Strategi Warren Buffet
Beberapa tahun belakangan, nama Warren Buffet
semakin kencang terdengar. Ia merupakan fenomena yang tidak dapat terlupakan, terutama
dalam dunia bisnis dan saham. Warren Buffet memadukan keterampilan, hitung
menghitung dan kemampuannya dalam berpikir telah membawa dirinya sukses dalam
karir multi-dekadenya. Saat memulai kiprahnya, ia masih berumur 26 tahun. Jika
Anda ingin mencoba berinvestasi saham, mengikuti strategi Warren Buffet, Anda
harus tau strategi yang ia pakai.
Werren Buffet pernah mengatakan bahwa ia suka
dengan investasi jangka waktu yang panjang. Selama berpuluh-puluh tahun, ada
beberapa aset yang hampir selalu menjadi andalan di dalam portofolio Berkshire
Hathaway. Ia selalu meyakini bahwa pilihan yang ia pilih memiliki prospek yang
baik. Contohnya saja ketika ia membeli saham milik Coca-Cola. Pada tahun
1998-1999, perusahaan Coca-Cola sempat jatuh, namun ia tetap mempertahankannya
sampai saat ini.
Seorang Werren Buffet juga mengaku tidak begitu
suka dipusingkan dengan masalah fluktuasi saham yang sering terjadi di pasar
saham. Ia selalu memfokuskan diri untuk membeli saham yang memiliki potensi
untuk berkembang namun masih memiliki harga yang murah untuk dibeli. Langkahnya
dapat dikatan berbeda dari pada trader dan spekulan kebanyakan. Spekulan saham
biasanya senang membeli saham saat harganya turun, menunggu saham tersebut naik
nilainya, lalu kemudian menjualnya. Spekulan saham fokus dengan keuntungan yang
didapatkan dari selisih harga jual dan beli, serta cenderung bermain dengan
jangka waktu yang pendek. Sangat-sangat berbeda dengan Warren Buffet.
Nilai fundamental perusahaan adalah hal yang
paling penting untuk Warren Buffet. Ia senang menganalisa dan tidak pernah
merasa lelah berhadapan dengan rumus grafis dan tabel. Perusahaan yang baik
tidak berarti harga sahamnya sengaja dinaikkan, melainkan memang berjalan
dengan baik saat itu juga. Warren Buffet banyak belajar mengenai investasi
saham dari banyak buku, salah satu buku favoritnya adalah The Intelligent
Investor yang ditulis oleh Ben Graham.
Demi mencegah segala hal yang tidak diinginkan
terjadi, Warren Buffet lebih senang berinvestasi di perusahaan yang produk dan
bisninya ia kenal dengan baik. Ia juga senang dengan prinsip “membeli bisnis”
dan bukannya “membeli saham”. Hal yang paling penting untuk diingat oleh
seorang investor adalah menganggap saham sebagai bisnis, bukannya barang
dagangan. Mindset seorang Warren Buffet adalah investor, bukan trader. Jika
Warren Buffet tidak mengenali perusahaan dan bisnis tersebut, maka ia tidak
akan pernah menanamkan uangnya disana.
Banyak sekali hal dalam diri seorang Warren
Buffet yang sangat baik untuk ditiru, terutama untuk para investor pemula. Hal
terakhir yang diajarkan oleh Warren Buffet adalah mencari perusahaan yang
memiliki keunggulan tertentu dan bisa dibedakan dengan kompetitor yang lainnya.
Mencoba berinvestasi saham, mengikuti strategi Warren Buffet dapat membuat Anda
lebih mantap. Selamat berinvestasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar